Translate This Blog - Raymond

Showing posts with label Belajar Blog. Show all posts
Showing posts with label Belajar Blog. Show all posts

Wednesday, March 1, 2017





Hello..
Salam Semangat..


Kali ini just wanna share about how to Reffil Cartridge Canon 745 & Canon 746. Awalnya karena sering menggunakan Printer HP Laser Jet P1006 kali ini pindah ke Canon Pixma MG 2570. pernah menggunakan juga printer yang hampir sama tapi saya lupa typenya.

Yahhh.. langsung saja untuk pengisiannya silahkan liat gambar dibawah ini:



Cartridge 745 yang Hitam / black dapat disuntik pada lubang dibawah:
Sebenarya tahu darimana lubang itu? Awalnya lubangnya sudah ada dan tidak sebesar itu, hanya kecil saja, tapi berhubungan lubang kecil itu tidak bisa dimasukan jarum suntik untuk memasukan tinta jadi harus diperbesar lagi. 


Berikutnya Cartridge 746 yang warna.. cartridge ini punya 3 warna tinta yaitu Cyan, Magenta, dan Yelow. untuk posisi tintanya seperti gambar dibawah:


Nah silahkan lihat posisi warna tinta dan diisi.. oiya untuk warnanya jangan ketukar ya bakalan belibet bersihinnya.. Ada sedikit tips kemarin teman saya Vyan Davidzhon Kuu yang berugas melubangi cartridge (Jabatannya Assistant Analyst Ahli Melubangi) beliau menggunakan Clips kertas (Clip yang besi ya.. ) lalu dipanaskan dengan Lilin terus dilubangi.

Lumayanlah Post pertama setelah 26 September 2012. Lumanyan Lama Vakumnya dari dunia persilatan blogger, hampir 5 Tahun ...

Terimakasih..

Wednesday, December 28, 2011

Makhluk Aneh Yang Pernah Ada Di Dunia

Ini adalah beberapa Foto Makhluk - Makhluk Aneh yang pernah ada di dunia...
Mungkin anda yang biasa menonton National Geographic Pastilah gambar-gambar ini tidak lagi Asing di mata anda... Check Aja Langsung Gambarnya...
















































Untuk Sumber Postnya Klik Sini

Sunday, July 24, 2011

Tes IQ Anda


Sekarang Ini Katanya Salah Satu Cara untuk mengukur Kecerdasan seseorang orang adalah dengan Tes IQ, Jenis2 tes Kecerdasan bukan Hanya IQ tapi ada juga Yang Lain seperti EQ...

Jika Anda Ingin Mencoba Kecerdasan IQ anda Maka Cobalah Pertanyaan Berikut Dan Lihat Hasilnya..

Dibawah ini ada empat ( 4 ) pertanyaan dan satu pertanyaan bonus. Jawablah semua tanpa banyak pikir. Cuma boleh berpikir sedetik, jawab segera






Soal Pertama:
Andai kamu berlomba lari, Anda Menyalip pelari di posisi nomor dua.

Sekarang posisi anda nomor berapa?


















Jawabannya :
Kalau Jawaban anda Posisi No 1 Salah

Yang Benar Anda di POSISI No 2
Coba Dipikir-pikir Lagi....




Soal Ke dua
Jika anda pelari menyalip orang di posisi terakhir, sekarang anda di posisi........?????



















Jawabannya:
Jika anda menjawab anda orang kedua dari terakhir, anda SALAH LAGI Coba, bagaimana caranya menyalip orang TERAKHIR?




Soal Ketiga :
Kita Masuk Soal Hitungan
CATATAN: kerjakan di pikiran anda saja.

JANGAN gunakan kertas atau pensil

atau kalkulator. Cobalah.


PEGANG 1000 dan TAMBAHKAN 40 PADANYA.

SEKARANG TAMBAHKAN 1000 lagi.

SEKARANG TAMBAHKAN 30.

TAMBAHKAN 1000 lagi

SEKARANG TAMBAHKAN 20.

SEKARANG TAMBAHKAN 1000.

SEKARANG TAMBAHKAN 10 . Berapa TOTALNYA?














Jawabanya :
Apakah totalnya 5000?

JAWABAN YG BENAR ADALAH 4100

Kalau tidak percaya ambil kalkulator hitung dengan teliti....






Soal Keempat :
Ayah Mary punya lima anak: 1. Nana, 2. Nene, 3. Nini,
4. Nono. Siapa nama anak kelima?















Ya Jelas Saja anak Kelimanya Mary... Kan Disoal Sudah Diberitahu "AYAHA MARY punya lima anak ..."












Nah Ini Pertanyaan Bonusnya Gampang Kok..

Soal Bonus :
SEORANG BISU PERGI KE TOKO DAN INGIN MEMBELI SIKAT GIGI. DENGAN MENIRUKAN GERAK ORANG MENGGOSOK GIGI, IA BERHASIL MENYAMPAIKAN KEINGINANNYA PADA PENJAGA TOKO DAN IA BERHASIL MEMBELI SIKAT GIGI......



Berikutnya, seorang buta masuk ke toko itu dan ingin membeli kacamata hitam, bagaimana DIA menunjukkan keinginannya?






Jawabannya:

Tinggal Ngomong aja kan,,, "Bang, Kaca Mata Hitam Satu"...
Lha... Dia Kan Gak Bisu Tapi Buta...



Jadi Berapa Pertanyaan Yang Bisa anda Jawab??? :)















Sumber

Saturday, January 30, 2010

arcode

arcode merupakan instrumen yang bekerja berdasarkan asas kerja digital. Pada konsep digital, hanya ada 2 sinyal data yang dikenal dan bersifat boolean, yaitu 0 atau 1. Ada arus listrik atau tidak ada (dengan besaran tegangan tertentu, misalnya 5 volt dan 0 volt). Barcode menerapkannya pada batang-batang baris yang terdiri dari warna hitam dan putih. Warna hitam mewakili bilangan 0 dan warna putih mewakili bilangan 1. Mengapa demikian? Karena warna hitam akan menyerap cahaya yang dipancarkan oleh alat pembaca barcode, sedangkan warna putih akan memantulkan balik cahaya tersebut.
Selanjtnya, masing-masing batang pada barcode memiliki ketebalan yang berbeda. Ketebalan inilah yang akan diterjemahkan pada suatu nilai. Demikian, karena ketebalan batang barcode menentukan waktu lintasan bagi titik sinar pembaca yang dipancarkan oleh alat pembaca.
Dan sebab itu, batang-batang barcode harus dibuat demikian sehingga memiliki kontras yang tinggi terhadap bagian celah antara (yang menentukan cahaya). Sisi-sisi batang barcode harus tegas dan lurus, serta tidak ada lubang atau noda titik ditengah permukaannya. Sementara itu, ukuran titik sinar pembaca juga tidak boleh melebihi celah antara batang barcode. Saat ini, ukuran titik sinar yang umum digunakan adalah 4 kali titik yang dihasilkan printer pada resolusi 300dpi
Saat ini terdapat beberapa jenis instrumen pembaca barcode, yaitu: pena, laser, serta kamera. Pembaca berbentuk pena memiliki pemancar cahaya dan dioda foto yang diletakkan bersebelahan pada ujung pena. Pena disentuhkan dan digerakkan melintasi deretan batang barcode. Dioda foto akan menerima intensitas cahaya yang dipantulkan dan mengubahnya menjadi sinyal listrik, lalu diterjemahkan dengan sistem yang mirip dengan morse.
Pembaca dengan pemancar sinar laser tidak perlu digesekkan pada permukaan barcode, tapi dapat dilakukan dari jarak yang relatif lebih jauh. Selain itu, pembaca jenis ini memiliki cermin-cermin pemantul sehingga sudut pembacaan lebih fleksible.
Pembaca barcode dengan sistem kamera menggunaka sensor CCD (charge coupled device) untuk merekam foto barcode, baru kemudian membaca dan menterjemahkannya kedalam sinyal elektronik digital.
Bagaimana koneksi alat pembaca barcode dengan komputer? Ada 2 macam koneksi, yaitu sistem keyboard wedge dan sistem outpu RS232. Sistem ini menterjemahkan hasil pembacaan barcode sebagai masukan (input) dari keyboard. Biasanya menggunakan port serial pada komputer. Kita memerlukan software pengantara, umumnya disebut software wedge yang akan mengalamatkan bacaan dari barcode ke software pengolah data barcode tersebut.






Cara Computer-Scanner Membaca Barcode (Watkins, 1999)
Suatu bilangan barcode tunggal sebenarnya terdiri dari tujuh unit. Satu unit terdiri dari salah satu warna hitam atau putih. Sebuah unit yang berwarna hitam ditunjukkan dengan sebuah bar, sedangkan yang berwarna putih ditunjukkan dengan sebuah space (spasi). Cara lain penulisan barcode adalah dengan bilang “1” untuk menyatakan black bar dan bilangan “0” untuk menyatakan white space. Misalnya, tujuh unit berikut ini adalah 0011001 dapat dinyatakan sebagai berikut space-space-bar-bar-space-space-bar.
Sebuah barcode UPC bilangan di sisi bagian kiri barcode (kode perusahan/manufaktur) dikodekan berbeda dengan bilangan di sisi bagian kanan (kode produk). Bilangan yang berada sebelah kiri merupakan kebalikan dari bilangan yang ada di sebelah kanan, misalkan jika bar disebelah kanan berarti sebuah space di sebelah kiri. Pengkodean di sebelah kanan dinamakan kode even parity sebab unit black bar-nya berjumlah genap. Sedangkan pengkodean di sebelah kiri dinamakan kode odd parity sebab unit black bar-nya berjumlah ganjil. Bilangan-bilangan yang dikodekan mempunyai perbedaan untuk tiap-tiap sisi barcode, sehingga barcode dapat dibaca (scanned) dari sebelah kiri maupun dari sebelah kanan.
Gambar 8 memperlihatkan pengkodean sisi kiri dan sisi kanan yang dipisahkan ke dalam tujuh unit.
Gambar 8. Pengkodean Sisi Kiri dan Kanan (Watkins, 1999)
Penjelasan tabel pengkodean di atas adalah sebagai berikut :
1. Seperti yang sebelumnya disebutkan bahwa bilangan-bilangan sebelah kiri merupakan kebalikan dari bilangan-bilangan disebelah kanan.
2. Setiap barcode memiliki empat buah “mark” (marka) yang berbeda. Sebuah marka dapat terdiri dari salah satu black (bar) atau white (space). Marka-marka tersebut lebarnya bermacam-macam, tetapi jumlahnya selalu empat. Contohnya, bilangan pengkodean yang berada di sebelah kiri pada bagian angka “0” yaitu 0001101 berarti terdiri dari 3 space (marka 1), 2 bar (marka 2), 1 space (marka 3), dan 1 bar (marka 4).
3. Pengkodean di sisi kiri selalu dimulai dengan sebuah space atau “0” dan berakhir dengan sebuah bar atau “1” sedangkan untuk sisi sebelah kanan selalu dimulai dengan sebuah bar atau “1” dan berakhir dengan sebuah space atau “0”.
Untuk lebih jelasnya lihat tabel 1.
Tabel 1. Set karakter barcode jenis UPC

Sumber : (Planet Church, tanpa tahun)
Gambar 9. Anatomi Barcode (Planet Church, tanpa tahun)
Keterangan gambar barcode : Komputer tidak membaca bilangan yang berada di bagian bawah barcode, tetapi bilangan tersebut dicetak agar orang dapat membaca barcode dengan mudah bila diperlukan.
• Number System Character : angka ini merupakan sebuah sistem bilangan barcode UPC yang mengkarakterisasikan jenis-jenis khusus pada barcode. Di dalam barcode UPC, Number System Character ini biasanya terletak di sebelah kiri barcode.
Kode-kode pada Number System Character adalah sebagai berikut :
• 0 - Standard UPC number.
• 1 - Reserved.
• 2 - Random weight items like fruits, vegetables, and meats, etc.
• 3 – Pharmaceuticals
• 4 - In-store code for retailers.
• 5 - Coupons
• 6 - Standard UPC number.
• 7 - Standard UPC number.
• 8 - Reserved.
• 9 - Reserved.

• 3 Guard Bars : ada tiga guard bars yang ditempatkan di awal, tengah dan akhir pada barcode. Guard bars bagian awal dan akhir di-encode-kan sebagai “bar-space-bar” atau “101”. Guard bar bagian tengah di-encode-kan sebagai “space-bar-space-bar-space” atau “01010”.
• Manufacturer Code : kode perusahaan ini ada lima dijit bilangan yang secara khusus menentukan manufaktur suatu produk. Kode perusahaan/manufaktur ini dilindungi dan ditetapkan oleh Uniform Code Council(UCC).
• Product Code : kode produk ini ada lima dijit bilangan yang ditetapkan oleh perusahaan/manufaktur untuk setiap produk yang dihasilkannya. Untuk setiap produk yang berbeda dan setiap ukuran yang berbeda, akan memiliki kode produk yang unik.
• Check digit : disebut sebagai dijit “self-check”. Check digit ini terletak di bagian luar sebelah kanan barcode. Check digit ini merupakan suatu “ old-programmer’s trick” untuk mengvalidasikan dijit-dijit lainnya (number system character, manufacturer code, product code) yang dibaca secara teliti.
Cara komputer mengkalkulasikan check digit adalah sebagai berikut :
1. Jumlahkan semua dijit-dijit yang ganjil. Dalam "Anatomy of a Barcode" kita akan menjumlahkan 0 (merupakan dijit NSC) + 2 + 4 + 6 + 8 + 0 = 20.
2. Kalikan hasil penjumlahan pada langkah 1 dengan bilangan 3. Pada contoh ini, yaitu, 20 x 3 = 60.
3. Jumlahkan semua bilangan-bilangan genap. Dalam “Anatomy of a Barcode" kita akan menjumlahkan 1 + 3 + 5 + 7 + 9 = 25. Di sini kita tidak memasukkan bilangan 5 atau check digit sebab bilangan tersebut yang akan kita kalkulasikan.
4. Sekarang jumlahkan hasil dari langkah 2 dan langkah 3, yaitu, 60 + 25 = 85.
5. Check digit tersebut adalah bilangan yang perlu dijumlahkan dengan bilangan pada langkah 4. Hasilnya pada langkah 4 tersebut sama dengan mengalikan dengan bilangan 10. Pada contoh ini, check digit nya adalah 5 sehingga 85 + 5 = 90. Cara lain untuk mengkalkulasikan check digit yang lebih simpel adalah membagi bilangan dari langkah 4 dengan 10. Contohnya 85/10 = 8,5 sehingga sisa nya dari hasil pembagian tersebut adalah 5. Bilangan 5 tersebut adalah check digit.
Gambar 10 dan 11 menunjukkan bahwa Barcode Master Data dapat disimpan pada media diskette dan dapat digunakan untuk ISDN. Integrated Services Digital Network (ISDN) adalah sebuah jaringan yang pada umumnya perkembangan dari telephony Integrated Digital Network (IDN), yang menyediakan jaringan penghubung digital end to end, yang terdiri dari layanan suara dan non-suara.
Gambar 10. Barcode yang disimpan pada media disket (Applied Barcode, 2000)

Gambar 11. Barcode pada ISDN (Applied Barcode, 2000)
Jenis-jenis Pembaca Barcode
Ada 4 jenis pembaca barcode yang ditunjukkan pada tabel berikut ini. Tiap-tiap pembaca barcode mempunyai harga khusus dan karakteristik pengoperasian.
Tabel 2. Jenis-jenis Pembaca Barcode
Jenis Deskripsi Harga Unit
LED Red light emitting diode Paling rendah
IR Infrared Sedang
Narrow Band Laser Paling tinggi
Fiberoptic Environment Tinggi

Gambar 12 memperlihatkan alat-alat pendukung barcode, yang terdiri dari barcode printers yang berfungsi untuk mencetak label barcode, barcode scanners yang berfungsi untuk membaca label barcode, dan barcode verifiers berfungsi untuk memeriksa simbol-simbol dengan kecepatan baca yang tinggi.
Gambar 12. Alat-alat Pendukung Barcode (Applied Barcode, 2000)
KONSEP SISTEM PENGGUNAAN BARCODE UNTUK PENDETEKSIAN UANG
Untuk mempercepat proses pendeteksian dan pencatatan uang, maka dibuatlah suatu kode pada setiap uang kertas dalam bentuk barcode (kode baris). Nomor kode pada setiap uang kertas tersebut berbeda dengan nomor seri pada setiap uang kertas, untuk nomor kode pada setiap uang kertas disusun dengan metoda penyandian tertentu. Barcode tersebut mencakup nilai nominal uang, nomor seri, Bank Indonesia, dan untuk menjamin keaslian dan keabsahan uang kertas, digunakan suatu metoda water marking, hal ini dapat menghindari adanya uang palsu.
BANK INDONESIA
ABC12345
50000

LIMA PULUH RIBU RUPIAH

ABC12345



Gambar 13. uang kertas yang diberi barcode
Perangkat Pendeteksi Uang
Tulisan ini menginstruksikan penggunaan teknik komputer pada uang-uang kertas untuk memudahkan interaksi antara manusia dengan mesin. Di bawah ini terdapat blok diagram pendeteksian uang kertas yang sudah dilengkapi dengan nomor kode dalam bentuk barcode dan water marking yang akan digunakan untuk mesin ATM :

Gambar 14. Blok Diagram Pendeteksi Uang Kertas
• Input yang berupa sejumlah uang kertas akan diproses oleh mesin pembaca barcode Mesin pembaca barcode ini berfungsi untuk mendeteksi uang kertas apakah uang tersebut asli atau palsu yang dibantu oleh komputer. Setiap uang kertas yang dilengkapi dengan nomor seri dan nomor kode sudah disimpan datanya di dalam komputer, sehingga memerlukan database untuk uang kertas tersebut.
• Komputer akan mendeteksi atau mengecek uang kertas, bila nomor seri dan nomor kode tersebut datanya terdapat dalam database komputer berarti uang tersebut asli. Tetapi bila data uang kertas tersebut tidak terdapat pada database komputer berarti uang tersebut palsu.
• Komputer sebaiknya menggunakan fasilitas internet yang Onnbghg ;
• ]’Qsd
• ‘]Sad
• S
• ‘Zx
• ]zx
• ]SX
• ]S
• ]fvlgtfl;fl;yuliuiuhuu Line ke bank pusat. Bank tersebut yang akan menginputkan setiap uang yang baru dibuat atau dicetak ke dalam database komputer dan komputer yang akan mengolah data tersebut.
• Alat pendeteksi uang tersebut dapat diletakkan pada mesin ATM yang berfungsi sebagai penarikan uang dan penyetoran uang secara otomatis serta fasilitas lainnya yang terdapat pada mesin ATM.
KONSEP SISTEM PENGGUNAAN BARCODE UNTUK KEAMANAN UANG
Barcode adalah sebuah array bar dan spasi dalam bentuk persegi panjang yang disusun parallel yang menunjukkan elemen-elemen data atau karakter dalam sebuah particular symbology.
Barcode yang digunakan pada uang kertas adalah barcode dengan jenis Universal Product Code (UPC). Set karakter barcode UPC terdiri dari numerik dan tiga karakter khusus yaitu, start, stop, dan center. Ada dua format data string dasar yang ditunjukkan dalam gambar 15. Set karakter UPC ditunjukkan dalam tabel 1. Contoh data string untuk karakter 5 menggunakan jenis 2 format dan kode regular UPC dari tabel 1 ditunjukkan dalam gambar 16.


Gambar 15. Format data string Universal Product Code (UPC)

Start--------NSC-----/---Left---/-----Center-----/---Right---/----Check---------Stop
101 0 5 01010 5 Check 101
= 0110001 = 1001110
dari tabel 1 dari tabel 1
(a)
(b)
Gambar 16. Layout data string barcode UPC (a), left and right field data character (b)
Barcode yang akan digunakan pada uang harus menjamin keamanan dan keaslian pada uang. Oleh karena itu, barcode yang digunakan pada uang kertas merupakan barcode yang telah diacak (enkripsi), sehingga harus dibuat sebuah tabel sebagai key code. Tabel key code tersebut khusus dimiliki oleh Bank Indonesia sebagai otoritas moneter. Salah satu contoh pada konsep sistem penggunaan barcode ini adalah dengan mengacak karakter pada barcode, yaitu dengan menggeser karakter sebanyak tiga langkah. Misalkan, pada gambar kedua barcode di bawah ini, menunjukkan barcode asli (plain) dan barcode yang telah diacak (chiper) dan lihatlah tabel 3 set karakter barcode UPC yang telah diacak dengan cara menggeser karakter sebanyak tiga langkah.
Tabel 3. set karakter UPC yang telah diacak, karakter digeser 3 langkah
Cara menghitung check digit pada barcode yang telah diacak adalah sebagai berikut :
1. Jumlahkan semua dijit-dijit yang ganjil. Dalam "Anatomy of a Barcode" kita akan menjumlahkan 0 (merupakan dijit NSC) + 5 + 7 + 9+ 1+ 3 = 25.
2. Kalikan hasil penjumlahan pada langkah 1 dengan bilangan 3. Pada contoh ini, yaitu, 25 x 3 = 75.
3. Jumlahkan semua bilangan-bilangan genap. Dalam “Anatomy of a Barcode" kita akan menjumlahkan 4 + 6 + 8 + 0 + 2 = 20. Di sini kita tidak memasukkan bilangan 5 atau check digit sebab bilangan tersebut yang akan kita kalkulasikan.
4. Sekarang jumlahkan hasil dari langkah 2 dan langkah 3, yaitu, 75 + 20 = 95.
5. Untuk mengkalkulasikan check digit yang lebih simpel adalah membagi bilangan dari langkah 4 dengan 10. Contohnya 95/10 = 9,5 sehingga sisa nya dari hasil pembagian tersebut adalah 5. Bilangan 5 tersebut adalah check digit.
Jadi, barcode yang akan ditunjukkan pada uang adalah barcode yang telah diacak (enkripsi), sehingga pada alat pembaca barcode harus dilengkapi dengan pengubah kode (dekripsi). Sebagai catatan, untuk jumlah karakter pada barcode dapat menggunakan lebih dari 10 karakter. Hal ini dibuat agar lebih terjamin keamanannya, karena uang yang dicetak dan diedarkan berjumlah sangat besar.

KESIMPULAN DAN SARAN
Kesimpulan
• Penggunaan barcode pada uang dan penggunaan alat pendeteksi uang yang dilengkapi dengan pembacaan barcode memiliki kelebihan dan kekurangan. Kelebihannya adalah lebih sederhana karena yang dideteksi hanya barcode; proses pendeteksian uang yang dilengkapi barcode akan lebih cepat dibandingkan pendeteksian secara manual dengan menggunakan alat sinar ultra violet; dengan penggunaan metoda barcode dan water marking maka, akan terjamin keaslian dan keabsahan uang. Kerugiannya adalah uang kertas yang menggunakan barcode belum populer pada saat ini dan perlu dirancang dari awal.

Manfaat Barcode pada alat pendeteksi uang :
• Mempermudah pendeteksian uang secara elektronis (nilai nominal, keaslian, nomor seri, dan lain-lain), membantu test phisik uang.
• Menambah keamanan uang dari pencurian, perampokan, dan lain-lain.
• Mempermudah dan mempercepat pencatatan uang (terutama dengan komputer).
• Meningkatkan cara-cara menjaga keaslian uang dengan menambah tanda-tanda tertentu yang unik sesuai kode pada barcode untuk mempersulit pemalsuan.
• Mempermudah proses penerimaan uang melalui ATM otomatis.
• Mempermudah dan lebih mengamankan proses transaksi.

Saran
• Konsep sistem penggunaan barcode untuk pengamanan dan pendeteksian uang memerlukan penelitian lebih lanjut, misalkan pada pembuatan barcode, jumlah digit pada barcode, penempatan barcode pada uang kertas, dan kecepatan mesin pembaca barcode.
• Penggunaan barcode pada uang dan mesin pendeteksi yang dilengkapi mesin pembacaan barcode memerlukan pengamanan lebih lanjut sehingga perlu adanya enkripsi. Salah satu hal yang penting dalam komunikasi menggunakan computer untuk menjamin kerahasian data adalah enkripsi. Enkripsi adalah sebuah proses yang melakukan perubahan sebuah kode dari yang bisa dimengerti menjadi sebuah kode yang tidak bisa dimengerti.
• Uang yang menggunakan barcode harus memiliki kualitas yang tinggi, meliputi bahan kertasnya, tinta, dan cetakan uang tersebut, agar uang tidak mudah rusak.

DAFTAR PUSTAKA
1. Mardiana, 1996, Pengembangan Perangkat Lunak untuk Pengolah Data dari Mesin Pembaca kode Baris ABX-10, Skripsi, Jurusan Teknik Elektro, ITENAS Bandung.
2. Planet Church, tanpa tahun, Barcodes, , tanggal akses 11 Juli 2001.
3. Watkins T., 1999, What about barcodes and 666 : the Mark of the beast?, , tanggal akses 11 Juli 2001.
4. Applied Barcode, 2000, Barcodes, Barcodes and barcoding systems, , tanggal akses 11 Juli 2001.
5. Surono A. & Anglingsari, 1999a, Hati-hati uang palsu, , tanggal akses 12 Juli 2001.
6. Surono A. & Anglingsari, 1999b, Ini baru aslinya, , tanggal akses 12 Juli 2001.
7. Ulag L., 1999, Ciri-ciri uang palsu versi pengamatan “Pembaruan”, , tanggal akses 12 Juli 2001.
8. Louis J. Galbiati, Jr., 1990, Machine Vision and Digital Image Processing Fundamentals, Englewood Cliffs, New Jersey, Prentice-Hall


Barcode merupakan instrumen yangbekerja berdasarkan asas kerja digital,
maka kita yang menyukai dunia komputer pasti tertarik memahami cara kerjanya.
Pada konsep digital, hanya ada dua sinyal data yang dikenal dan bersifat
boolean, yaitu 0 atau 1. Ada arus listrik atau tidak ada (dengan besaran tegangan
tertentu, misalnya 5 Volt dan 0 Volt). Barcode
menerapkannya pada batang-batang baris kodenya yang terdiri dari warna hitam danputih.
Warna hitam mewakili bilangan 0 dan warna putih mewakili bilangan 1. Mengapa
demikian? Karena warna hitam akan menyerap cahaya yang dipancarkan oleh alat
pembaca barcode, sedangkan warna putih akan memantulkan balik cahaya tersebut.
Selanjutnya, masing-masing batang pada barcode memiliki ketebalan yang berbeda.
Ketebalan inilah yang akan diterjemahkan pada suatu nilai. Mengapa demikian? Karena
ketebalan batang barcode menentukan waktu lintasan bagi titik sinar pembaca yang
dipancarkan oleh alat pembaca.
Dari sebab itu, batangbatangbarcode harus dibuat sedemikan rupa sehingga
memiliki kontras yang tinggi terhadap bagian celah antara (yang memantulkan
cahaya). Sisi-sisi batang barcode harus tegas dan lurus, serta tidak ada lubang
atau noda titik di tengah permukaannya.
Sementara itu, ukuran titik sinar pembaca juga tidak boleh melebihi celah antara batang barcode.
Saat ini, ukuran titik sinar yang umum digunakan adalah 4 kali titik yang dihasilkan
printer pada resolusi 300 dpi. Saat ini terdapat beberapa jenis instrumen pembaca barcode, yaitu: pena, laser, serta kamera. Pembaca berbentuk pena memiliki pemancar cahaya dan dioda foto
yang diletakkan bersebelahan pada ujung pena.
Pena disentuhkan dan digerakkan melintasi deretan batang barcode. Dioda
foto akan menerima intesitas cahaya yang dipantulkan dan mengubahnya menjadi
sinyal listrik, lalu diterjemahkan dengan sistem yang mirip dengan morse.
Pembaca dengan pemancar sinar laser tidak perlu digesekkan pada permukaan
barcode, tapi dapat dilakukan dari jarak yang relatif lebih jauh. Selain itu, pembaca jenis ini
memiliki cermin-cermin pemantul sehingga sudut pembacaan dapat lebih leksibel.
Pembaca barcode dengan sistem kamera menggunakan sensor CCD (charge coupled device)
untuk merekam foto barcode, baru kemudian membaca dan menerjemahkannya
ke dalam sinyal elektronik digital. Bagaimana koneksi alat pembacabarcode dengan komputer?
Ada dua macam koneksi, yaitu sistem keyboard wedge dan sistem output RS232. Sistem ini
menerjemahkan hasil pembacaan barcode sebagai masukan (input) dari keyboard.
Biasanya menggunakan port serial pada komputer. Kita memerlukan perangkat lunak
pengantara, umumnya disebut software wedge yang akan mengalamatkan bacaan
dari barcode ke perangkat lunak pengolah data barcode tersebut.

Monday, October 26, 2009

DEPRESIASI ( PENYUSUTAN/AMORTISASI )

DEPRESIASI ( PENYUSUTAN/AMORTISASI )

Depresiasi dan pajak adalah dua faktor yang sangat penting dipertimbangkan dalam studi ekonomi teknik. Walaupun depresiasi tidak berupa aliran kas , namun besar dan waktunya akan mempengaruhi pajak yang akan ditanggung perusahaan. Amortisasi berupa penyusutan dalam benda tak berwujud misalnya : biaya pen dirian , franchise dll.

Faktor-faktor yang menyebabkan depresiasi suatu aset/properti adalah :
1. Kerusakan fisik akibat pemakaian dari alat/properti tersebut.
2. Kebutuhan produksi atau jasa yang lebih baru dan lebih besar.
3. Penurunan kebutuhan produksi/jasa.
4. Properti/aset tersebut menjadi usang karena adanya perkembangan teknologi.
5. Penemuan fasilitas-fasilitas yang bisa menghasilkan produk yang lebih baik dengan ongkos yang lebih rendah dan tingkat keselamatan yang lebih memadai.

Besar depresiasi tahunan yang dikenakan pada suatu properti akan tergantung pada :
a. Ongkos/biaya investasi dari properti tersebut.
b. Tanggal pemakaian awalnya.
c. Estimasi masa pakainya.
d. Nilai sisa yang ditetapkan.
e. Metode depresiasi yang akan digunakan.

Besarnya depresiasi diatur sedemikian rupa sehingga bisa menekan jumnlah pajak yang harus dibayar dan biasanya dikenakan lebih besar pada tahun-tahun awal dan semakin menurun pada tahun-tahun selanjutnya.

Akuntansi depresiasi adalah alat untuk mengalokasikan nilai terdepresiasi dari suatu aset selama umur depresiasi.
Akuntansi depresiasi akan memberikan :
1. Pengembalian modal yang telah diinvestasikan pada properti.
2. Estimasi nilai ( jual ) dari aset yang didepresiasi.
3. Depresiasi maksimum yang diperbolehkan oleh undang undang pajak
Untuk itu akuntansi depresiasi suatu perusahaan ada yang membuat 3 jenis laporan keuangan yaitu :
 Laporan keuangan untuk tujuan pajak
 Laporan keuangan untuk tujuan internal
 Laporan keuangan untuk tujuan pemegang saham.

METODE-METODE DEPRESSIASI :

Banyak metode yang bisa dipakai untuk menentukan beban depresiasi , antara lain adalah :
1. Metode garis lurus ( Straight Line / SL ).
2. Metode jumlah digit tahun ( Sum Of Years Digit / SOYD ).
3. Metode keseimbangan menurun ( Declining Balance / DB ).
4. Metode dana sinking ( Sinking Fund / SF ).


1. METODE GARIS LURUS ( STRAIGHT LINE / SL ).

Metode ini didasarkan atas asumsi bahwa berkurangnya nilai suatu aset berlangsung secara linier/proporsional terhadap waktu atau umur aset tersebut. Metode ini cukup sederhana dan banyak digunakan.
Dt = (P – S ) / N
Dimana :
Dt = besarnya depresiasi pada tahun ke - t
P = ongkos/biaya awal aset yang bersangkutan
S = nilai sisa (salvage value )
N = masa pakai (umur) peralatan dalam tahun
t = tahun
1. Contoh :
Suatu PLN ( Persero) APJ X membeli 1 unit Recloser termasuk
biaya pemasangan dengan harga Rp.400.000.000 ,- dimana umur Recloser tersebut diasumsi 20 thn. ( suku bunga 12 % ). Bila nilai akhir (Salvage value ) dianggap Rp.0,-
Dengan Metode SL hitunglah besar depresiasi pertahun.
Penyelesaian :
Dt = (P – S ) / N
Besar depresiasi tahun 1 = D1 = Rp (400.000.000 – 0 ) / 20
D1 = Rp20.000.000,-
D2 = Rp20.000.000,-
.
.
.
.

D20 = Rp20.000.000,-
2. METODE JUMLAH DIGIT TAHUN ( SUM OF YEARS DIGIT / SOYD ).

Metode yang dirancang untuk membebankan depresiasi lebih besar pada tahun-tahun awal dan semakin kecil pada tahun tahun berikutnya. Metode ini membebankan depresiasi yang lebih cepat dalam arti jumlah pengembalian lebih cepat , pendapatan dan pajak lebih kecil .

Dt = [ Sisa umur *(ongkos awal-nilai sisa ) ] / SOYD
Dt = (N-t+1 )( P-S ) / SOYD
Dimana :
Dt = besarnya depresiasi pada tahun ke - t
SOYD = jumlah digit tahun dari 1 sampai N
t = tahun
2. Contoh :
Dengan menggunakan data soal contoh 1 , hitunglah besar depresiasi pertahun dengan menggunakan Metode SOYD

Penyelesaian :
Dt = (N-t+1 )( P-S ) / SOYD
Jumlah digit : SOYD = 1+2 +3........20 = 21(10)
= 210
D1 = Rp.(20-1+1 )( 400.000.000- 0 ) / 210
= Rp38,095,238,-
D2 = Rp.(20-2+1 )( 400.000.000- 0 ) / 210
= Rp 36,190,476
D3 = Rp.(20-3+1 )( 400.000.000- 0 ) / 210
= Rp 34,285,714

.
.
.
.

D20 = Rp.(20-20+1 )( 400.000.000- 0 ) / 210
= Rp 1,904,762


3. METODE KESEIMBANGAN MENURUN ( DECLINING BALANCE / DB ).
Metode keseimbangan menurun juga menuyusutkan nilai asset lebih cepat pada tahun-tahun awal dan secara progresif menurun pada tahun-tahun selanjutnya.Metode ini bisa dipakai bila umur asset lebih besar dari 3 tahun.
Besarnya depresiasi pada tahun tertentu dihitung dengan mengalikan suatu persentase tetap dari nilai buku asset tersebut pada akhit tahun sebelumnya.( d ).
Persentase maksimum yang diperbolehkan maksimum 200 % dari tingkat depresiasi garis lurus , bila digunakan 200 % maka model DB lebih spesifik dinamakan sebagai DDB ( double declining balance ) , sehingga bila tingkat depresiasi linier 1/N maka tingkat depresiasi d = DDB = 2/N
d = 1 - [ F / P ]1/ t
Dt = d B Vt-1
Dimana :
Dt = besarnya depresiasi pada tahun ke - t
B Vt-1 = nilai buku aset pada akhir tahun sebelumnya (t-1)
t = tahun

Catatan : Nilai sisa tetap lebih besar dari yang ditetapkan dan total depresiasi lebih kecil dari Ongkos/biaya investasi , tapi jumlah nilai buku + total depresiasi = Ongkos/biaya investasi

3. Contoh :
Dengan menggunakan data soal contoh 1 , hitunglah besar depresiasi pertahun dengan menggunakan Metode DB.

Penyelesaian :
Misalkan digunakan tingkat depresiasi maksimum 200 % , maka DB menjadi DDB , sehingga tingkat depresiasi SL = 1/20 dan tingkat DDB adalah d = 2/N = 1/10.

D1 = Rp (1/10 *400.000.000)
= Rp 40.000.000
BV1 = Rp 400.000.000 - Rp 40.000.000
= Rp 360.000.000
.
.
.
,

D20 = Rp (1/10 * 54,034,069 )
= Rp 5,403,407

BV20 = Rp 54,034,069 - Rp 5,403,407
= Rp 48,630,662







4. METODE DANA SINKING ( SINKING FUND / SF ).
Asumsi yang digunakan pada metode ini adalah penurunan nilai suatu aset semakain cepat dari suatu saat ke saat berikutnya. Konsep peningkatan didasarkan pada nilai waktu dari uang sehingga besarnya depresiasi akan meningkat dengan tingkat bunga yang berlaku. Sehingga besarnya depresiasi tiap tahun makin tinggi , dan bila ditinjau dari pajak yang harus ditanggung perusahaan kurang menguntungkan dan dengan alasan ini metode ini jarang digunakan .
Besarnya nilai patokan depresiasi tiap tahun dihitung dari konversi nilai yang akan didepresiasi ( P – S ) selama N periode ke nilai seragam tahunan dengan bunga sebesar i %
A = ( P – S ) ( A/F , i % , N )

Nilai buku periode t adalah nilai aset tersebut setelah dikurangi akumulasi nilai patokan depresisasi maupun bunga yang terjadi sampai saat itu.
B Vt = P – A ( F/A , i % , t )
Dimana :
A = nilai patokan depresiasi dengan nilai bunga yang dihasilkan
BVt = nilai buku aset pada periode tahun ke t.
t = tahun

4. Contoh :
Dengan menggunakan data soal contoh 1 , hitunglah besar depresiasi pertahun dengan menggunakan Metode SINKING FUND , suku bunga 12%

A= D1 = ( P – S ) ( A/F , i % , N )
= Rp(400.000.000 – 0 ) ( A/F , 12 % , 20 )
= Rp(400.000.000)* 0.0139
= Rp 5,551,512

BV1= Rp(400.000.000 – Rp 5,551,512 )
= Rp394,448,488

D2 = BV1 ( A/F , i % , N-1 )
= Rp394,448,488 * 0.0158
= Rp6,217,693

BV2= Rp394,448,488 – Rp6,217,693
= Rp 388,230,795


Dan seterusnya diperoleh :

BUNGA (INTEREST) DAN RUMUS BUNGA

BUNGA (INTEREST) DAN RUMUS BUNGA
Bunga ( Interest ) :
adalah nilai sewa terhadap peminjaman sejumlah uang.
• Money paid for the use borrowed money
• The return obtainable by the productive investment of capital
Interest rate ( i % ) :
adalah perbandingan antara jumlah yang harus dibayar terhadap sejumlah uang yang dipinjam, atau ratio dari hasil yang diterima dengan modal (principal) yang ditanamkan selama periode tertentu dimana bila batas periode tidak disebut artinya periode adalah 1 (satu) tahun. Misalnya : i : 15 % pertahun ; 1,25 % per bulan ; 7,5 % per 6 bulan (semester )
A. METODE BUNGA SEDERHANA ( SIMPLE INTEREST) :
I = P.n.i dimana :
I = (Bunga dalam rupiah )
P = besar uang yang dipinjam/ diinvestasikan
n = periode waktu interest berlaku
i = interest rate (%)
B METODE BUNGA MAJEMUK( COMPOUND INTEREST) :
Besarnya bunga pada suatu periode dihitung berdasarkan induk ditambah besarnya bunga yang telah diakumulasikan pada periode sebelumnya dan disebut bunga berbunga atau bunga majemuk
Akhir periode 1 :

F1 = P + bunga dari P
= P + Pi
= P(1+i)
Akhir periode 2 :

F2 = F1 + bunga dari F1
= P(1+i) + P(1+i)i
= P(1+i)(1+i)
= P(1+i)2
.
.




Akhir periode N :

Fn = P(1+i)N dan P = Fn ( 1 )
(1+i)N
Atau : F = P(F/P,i%,N ) dan P = F(P/F,i%,N )
(to find F given P ) (to find P given F )
dimana :
Fn = Nilai mendatang (Future Worth)= FW
P =Nilai sekarang ( Present Worth ) = PW
i = interest rate (%)
N = jumlah periode pemajemukan


C AKTOR PEMAJEMUKAN DERET SERAGAM ( MENCARI F BILA DIKETAHUI A )
Bila kita meminjam/meminjamkan sejumlah uang yang sama ( setiap periode selama N periode dengan bunga i % maka besarnya pinjaman/perolehan setelah N periode adalah :
F = A + A(1+i) + A(1+i)2 + ....................................+ A(1+i)N-1 ................................ (1)
atau :
F(1+i) = A(1+i) + A(1+i)2 + ....................................+ A(1+i)N .................................... (2)
Pers 2 – Pers 1 diperoleh :
F = A [ (1+i)N -1]
i
F /A = [ (1+i)N -1] F = A(F/A,i%,N)
i (to find F given A )

Sebaliknya akan diperoleh A = F [ i ]
(1+i)N -1
A/F = [ i ] A = F(A/F,i%,N)
(1+i)N -1 (to find A given F )




D . MENCARI P BILA DIKETAHUI A DAN SEBALIKNYA :

Dari F = P (1+i)N dan F = A [ (1+i)N -1]
i
maka akan didapat : P/A = (1+i)N -1 P = A(P/A,i%.N )
i(1+i)N (to find P given A )
dengan cara yang sama :

A/P = i(1+i)N A = P(A/P,i%.N )
(1+i)N -1 (to find A given P )

Saturday, September 5, 2009

KELELAWAR

Kelelawar

Hewan yang menyerupai tikus ini adalai satu-satunya mamalia yang dapat terbang. Sayapnya terdiri atas tulang-tulang jari dan tulang lenganya yang dibalut dengan kulit tipis yang terkait diantara tulang-tulangnya. Bagian atas dari sayapnya terdapat cakar-cakar tajam yang dapat membantunya merayap pada dinding gua, mencari makanan, maupun bergelantung.
Kelelawar adalah hewan yang istimewa karena ia mempunyai kemampuan "Ekolokasi" dimana kemampuan ini adalah kemampuan untuk menyesuaikan diri dengan lingkungan ataupun untuk mencari makanan. Dimana cara kerjanya kelelawar mengeluarkan gelombang bunyi berfrekuensi tinggi melalui rongga mulutnya. Lalu gelombang bunyi ini akan terpantul kembali oleh benda-benda disekitarnya yang terkena gelombang bunyi tersebut. Gelombang bunyi yang terpantul tersebut akan kembali kepada sang kelelawar dan kelelawar dapat memperkirakan benda-benda maupun makanan yang berada di sekitarnya. Kemampuan ini juga yang membantunya mencari makan ataupun terbang dalam kegelapan malam.
Kelelawar biasanya mencari makan pada malam hari dan beristirahat pada siang harì. Pada malam hari kelelawar mencari serangga yang sedang tertidur ataupun buah-buahan yang telah ranum. Tidak sedikit juga kelelawar yang memakan ikan, mamalia kecil, madu, dan bahkan reptil. Kelelawar mendeteksi keberadaan mangsanya ini dengan menggunakan gelombang bunya yakni dengan kemampuan Ekolokasinya!




= MoNdRaT =

Sunday, August 2, 2009

The fact of frog

Mungkin beberapa atau sebagian orang membenci amfibi yang satu ini, tapi katak adalah salah satu hewan yang mengagumkan jika kita telusuri sedikit seluk beluknya,, oleh karena itu artikel ini memuat sedikit fakta tentang katak..

Katak adalah hewan amfibi yang dapat hidup dalam dua dunia (darat dan air).. Katak mempunyai variasi dalam bentuk,warna, dan ukurannya.
Beberapa katak pohon kecil di amerika panjangnya tak lebih dari 2,55 cm. Katak Macan Tutul panjangnya antara 5,08 sampai 10,16 cm sedangkan katak Betung mencapai 20,32 cm dengan kaki 25,4 cm
Meskipun kebanyakan katak hidup di darat, katak akan kembali ke air untuk bertelur.. Untuk bertelur ia mencari kolam yang tenang dan kedalamanya kira-kira hanya 30 cm atau kurang dari itu.. Ketika bertelur katak kecil dapat bertelur antara 2-3 ribu butir dan katak besar antara 6-8 ribu butir telur. Telur-telur ini dibungkus dalam gumpalalan seperti agar-agar dan dilekatkan pada benda-benda tertentu didalam kolam,, telur katak pada saat menetas akan membesar 2 sampai 3 kali lipat ukuran asli sebelum dimasukan kedalam kolam, pembesaran ini terjadi karena air..

Di utara, ketika cuaca mulai menjadi dingin maka sebagian dari katak-katak akan menyelam kedalam kolam, lalu mengubur dirinya didasar kolam yang berlumpur dan akan tinggal disana sepanjang musim dingin. Kolampun tak akan membeku sampai padat bahkan ketika musim dingin yang panjang katak tak akan membeku sehingga katak itu tak akan mati..

Percaya atau tidak sebagian katak itu beracun, racun ini berguna sebagai sistim pertahanan ketika di serang pemangsa.. Salah satu katak yang mengeluarkan racun adalah katak Puru, katak ini mengeluarkan racun dari pori-pori kulitnya ketika diserang..Katak Puru raksasa Amerika mengandung obat yang dimakan dapat menyebabkan khayalan atau halusinasi..
Katak anak panah Amerika Selatan sangat luar biasa racunnya karena sangat mematikan.. Ia menunjukan bahayanya ini dengan warnanya yang mencolok..